Pengasuh

sutrisno1 Apa yang bisa dilakukan bagi orang yang mencintai sesuatu, ialah dengan menjaga, merawat dan memperkenalkan pada khalayak. Itulah yang dilakukan Sutrisno Sastro Utomo yang mencintai budaya Jawa peninggalan leluhurnya. Masa lalunya yang dibesarkan di dalam lingkungan alam pedesaan Jawa yang santun, membawa penghayatan yang intens dengan budaya Jawa. Karena kecintaanya pada budaya Jawa itulah Sutrisno rela meninggalkan aktifitasnya sebagai pegawai kantoran, kemudian mengekspresikan kecintaannya dengan menghasilkan buku-buku budaya Jawa.
Buku-bukunya bisa ditemui di banyak toko-toko buku ternama di seluruh Indonesia. Banyak buku yang sudah diterbitkan dan menjadi acuan dalam pengajaran pelajaran bahasa Jawa baik di pendidikan formal maupun informal. Tulisan dalam bukunya sering menjadi rujukan maupun sebuah kutipan. Buku-bukunya juga di koleksi perpustakaan nasional Australia bagi yang ingin belajar budaya Jawa.
Karya yang paling menguras kemampuannya berbahasa Jawa adalah Kamus Lengkap Jawa-Indonesia yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Kanisius. Kamus tersebut dipersiapkan sangat rinci dengan harapan dapat dipergunakan oleh siapa pun (Guru, Siswa, Mahasiswa, Dosen, pejabat, pegawai dan masyarakat umum). Kamus tersebut sudah dapat ditemukan di toko-toko ternama di seluruh Indonesia. Saat ini Sutrisno sedang mempersiapkan Kamus Indonesia-Jawa. Mohon doa restunya.
Dalam blog “SERBAJAWA” ini pembaca akan mengenal lebih dekat dengan Sutrisno. Tulisan-tulisannya yang kental dengan nuansa Jawa amat jelas merefleksikan kecintaannya pada budaya Jawa dan mempertautkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tulisannya yang sarat dengan kandungan moral dan etika, dapat menjadi panduan seluruh bangsa Indonesia bagaimana seharusnya hidup berkebangsaan yang santun. Budaya Jawa (sama seperti budaya etnis manapun) adalah cara yang paling rasional untuk dijadikan suluh memperbaiki kehidupan berbangsa. Lebih-lebih pada sebuah bangsa yang lagi gelisah dan gamang melihat masa depannya, seperti Indonesia.
Itulah cara yang dilakukan Sutrisno Sastro Utomo dalam merefleksikan kecintaannya pada peninggalan leluhurnya berupa budaya Jawa, dengan menjaga, merawat dan memperkenalkan kepada siapa pun.