Anak Polah Bapa Kepradhah

Anak bertingkah orangtua (ortu) bertanggungjawab. Begitulah terjemahan bebasnya dari sebuah peribahasa yang sudah sangat familier di kalangan masyarakat Jawa. Peribahasa tersebut hendak menggambarkan pola hubungan anak dan ortu masyarakat Asia pada umumnya, dan tidak terkecuali pada etnis Jawa.

Ketika si anak masih bayi, ortu hampir sepenuh waktu menjaga dan mengawasi Continue reading

Swarga Nunut Neraka Katut

Ke surga ikut ke neraka terikut. Ungkapan ini dibaca keliru oleh sebagian besar masyarakat, karena hanya mengikuti makna literalnya saja. “Nunut” dan “katut” secara literal menegaskan ketakberdayaan, ketakbebasan dan minimnya partisipasi. “Nunut” dan “katut” secara literal menyiratkan perempuan sebagai subordinat laki-laki dalam membina keluarga. Realita dalam rumahtangga Continue reading

Kacang Mangsa Ninggala Lanjaran

PERIBAHASA JAWA

Kacang: kacang (maksudnya jenis kacang sayur yang tumbuhnya merambat; bukan kacang sambal). Mangsa: tidak mungkin. Ninggal: meninggalkan. Lanjaran: tonggak untuk merambat.

Terjemahan bebas: kacang sayur selalu tumbuh dengan merambat pada tonggak rambatan.

Peribahasa Jawa ini sepadan dengan peribahasa Indonesia “jatuhnya buah tidak jauh dari pohonnya”. Sebuah penggambaran pola hubungan genus anak dengan orangtuanya. Wajahnya, sifatnya, kegemarannya, gayanya, kecerdasannya, dlsb.

Dalam memahami kondisi berbangsa dan bernegara, bisa dihampiri dengan kearifan budaya lokal seperti peribahaya Jawa tersebut. Kita meletakkan hubungan rakyat dengan para pemimpin seperti pola hubungan anak dengan orangtuanya. Bangsa adalah orang tua Continue reading

Ngundhuh Wohing Pakarti

Ngundhuh: memetik, memanen. Woh: buah. Pakarti: perbuatan, tindakan.

Terjemahan bebas: memetik buah perbuatannya sendiri.

Siapa menanam mangga ia akan memetik buah mangga; tidak mungkin memetik buah jeruk. Siapa menanam padi ia akan memetik padi; tidak mungkin memetik gandum. Begitu seterusnya.

Pada tataran filosofis peribahasa tersebut mengajarkan kepada manusia untuk menyadari akibat perbuatannya sendiri. Ada hukum Continue reading

Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

Desa: desa. Mawa: menggunakan. Cara: tatacara, adat-istiadat, bahasa. Negara: negara. Tata: peraturan, adat-istiadat, hukum.
Desa menggunakan tatacara atau adat istiadat, negara menggunakan hukum.
Masing-masing daerah atau negara itu mempunyai aturannya sendiri-sendiri yang tampilannya mungkin tidak sama, namun esensinya tetap sama, yaitu agar kehidupan bermasyarakat bisa berjalan harmonis.
Sebaran contohnya seperti apa? Di sana kendaraan berjalan di kanan, di sini di kiri. Di sana memberikan dengan Continue reading

Ledhok Ilining Banyu

Ledhok ilining banyu. Ledhok: lembah atau dataran rendah. Ili: air mengalir. Banyu: air.

Air mengalir ke lembah (dataran rendah). Biasanya kesalahan pemimpin ditimpakan pada anak buah.

Peribahasa Jawa ini sangat kontekstual dengan situasi politik bangsa dalam menangani kasus-kasus korupsi. Tengoklah kasus-kasus besar korupsi yang menimpanegeri ini. Seringkali kesalahan yang dilakukan para pemimpini hanya dilokalisir pada para bawahan atau anak buah, tanpa menyentuh aktor intelektualnya